Bikin Penasaran: Pedang Yang Menghapus Luka Ratu



Oke, ini dia kisah dracin intens yang kamu inginkan: **Pedang yang Menghapus Luka Ratu** Malam itu kelabu, langit menggantung rendah seolah siap menimpa bumi. Salju turun tanpa henti, menutupi segalanya dengan lapisan dingin yang membungkam. Di tengah hamparan putih yang menyilaukan itu, darah merah membeku, menodai kesucian yang seharusnya ada. Istana *Terlarang*, tempat di mana intrik dan ambisi bersemi subur, kini menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang telah lama dipendam. Ratu Xianyun, sosok yang selama ini dikenal anggun dan bijaksana, berdiri di balkon istana. Wajahnya pucat pasi, diterangi remang obor yang menari-nari ditiup angin. Di tangannya tergenggam erat *Pedang Bulan Sabit*, bilahnya berkilau dingin memantulkan cahaya. Matanya, yang biasanya memancarkan kelembutan, kini membara dengan amarah yang membara. Di bawahnya, di halaman istana yang bersalju, tergeletak tubuh Kaisar Zetian. Dulu, ia adalah cintanya, pelindungnya, takdirnya. Kini, ia hanya seonggok daging tak bernyawa dengan luka menganga di dadanya. Pedang yang sama yang dulu mereka gunakan untuk bersumpah setia, kini telah mengakhiri hidupnya. “Dulu…aku mencintaimu,” bisik Xianyun, suaranya bergetar tertelan angin. Air mata, panas dan asin, mengalir di pipinya, membeku seketika saat menyentuh kulitnya. Di antara aroma dupa yang membubung dari kuil-kuil terdekat, tercium bau anyir darah yang menyesakkan. Kilasan masa lalu menghantamnya bagai ombak. Masa lalu yang penuh dengan janji-janji manis di atas abu kejujuran. Masa lalu yang dipenuhi dengan rahasia kelam yang disembunyikan di balik senyum palsu dan pelukan hangat. *Rahasia*. Sebuah kata yang selama ini menjadi duri dalam hatinya. Rahasia tentang pengkhianatan, pembunuhan, dan ambisi buta yang telah merenggut keluarganya, kehormatannya, dan nyaris membunuhnya. Zetian, sang kaisar yang diagungkan, ternyata adalah dalang dari semua itu. Selama bertahun-tahun, Xianyun telah merencanakan balas dendamnya. Ia menyembunyikan kebenciannya di balik topeng kepatuhan, menahan sakit hatinya di balik senyum palsu. Ia belajar memainkan peran seorang ratu yang lemah dan bergantung, sementara di dalam hatinya, bara api amarah terus menyala. Dan malam ini, api itu telah menemukan jalannya untuk membakar segalanya. Xianyun turun dari balkon, langkahnya mantap dan penuh keyakinan. Para penjaga istana membungkuk hormat, tidak menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang pembunuh. Ia berjalan melewati tubuh Zetian, tatapannya dingin dan tanpa penyesalan. Di depan gerbang istana, menunggu seorang pria berjubah hitam. Wajahnya tertutup bayangan, tetapi Xianyun tahu siapa dia. Pria itu adalah Wei Lin, mantan jenderal kepercayaan Zetian, yang juga menjadi korban pengkhianatan sang kaisar. Bersama-sama, mereka telah merencanakan segalanya dengan cermat. “Sudah selesai,” kata Xianyun, menyerahkan Pedang Bulan Sabit kepada Wei Lin. Wei Lin mengangguk, menerima pedang itu dengan tangan gemetar. Ia tahu apa yang harus dilakukannya. Pedang itu akan dibersihkan, disembunyikan, dan kisah malam ini akan menjadi rahasia yang terkubur dalam-dalam. Xianyun menatap langit yang semakin gelap. Salju terus turun, menutupi jejak-jejak pembunuhan. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan kedamaian yang aneh merayapi hatinya. Balas dendam telah terbalaskan. Luka-lukanya…sementara terobati. Ia berbalik, melangkah kembali ke dalam istana, meninggalkan Wei Lin dan mayat Zetian di belakangnya. **"Siapa yang akan menghentikan Ratu, sekarang?"**
You Might Also Like: 27 El Hazard Magnificent World Image

Post a Comment

Previous Post Next Post